Aborsi: Pembunuh nomor satu!!!!


Attention: Tulisan ini dibuat untuk menentang aborsi dan mengenang jutaan nyawa yang disia-siakan setiap tahun. Silakan berikan pendapat Anda.

Pembunuh nomor satu? Ya, itulah aborsi. Anda mungkin saja tidak mempercayainya! Bacalah tulisan ini dan carilah artikel lain tentang aborsi. Tidak cukup di situ saja, tentukanlah sikap Anda!

Secara sederhana, aborsi berarti usaha untuk menghilangkan nyawa janin sebelum ia dapat hidup di luar kandungan.

Berdasarkan statistik yang aku dapat waktu lagi browsing, aborsi adalah pembunuh pertama bahkan di atas penyakit jantung dan kanker. Berikut rinciannya yang aku ambil dari www.aborsi.org

Statistik aborsi di Indonesia.
Frekuensi terjadinya aborsi sangat sulit dihitung secara akurat,
karena aborsi buatan sangat sering terjadi tanpa dilaporkan – kecuali jika terjadi komplikasi, sehingga perlu perawatan di Rumah Sakit.
Akan tetapi, berdasarkan perkiraan dari BKBN, ada sekitar 2.000.000 kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Berarti ada 2.000.000 nyawa yang dibunuh setiap tahunnya secara keji tanpa banyak yang tahu.

Jumlah kematian karena aborsi melebihi kematian perang manapun
Data statistik mengenai kasus aborsi di luar negeri – khususnya di Amerika – dikumpulkan oleh dua badan utama, yaitu Federal Centers for Disease Control (CDC) dan Alan Guttmacher Institute (AGI).
Hasil pendataan mereka menunjukkan bahwa jumlah nyawa yang dibunuh dalam kasus aborsi di Amerika – yaitu hampir 2 juta jiwa – lebih banyak dari jumlah nyawa manusia yang dibunuh dalam perang manapun dalam sejarah negara itu.

Sebagai gambaran, jumlah kematian orang Amerika dari tiap-tiap perang adalah:
1. Perang Vietnam – 58.151 jiwa
2. Perang Korea – 54.246 jiwa
3. Perang Dunia II – 407.316 jiwa
4. Perang Dunia I – 116.708 jiwa
5. Civil War (Perang Sipil) – 498.332 jiwa

Secara total, dalam sejarah dunia, jumlah kematian karena aborsi jauh melebihi jumlah orang yang meninggal dalam semua perang jika digabungkan sekaligus.

Jumlah kematian karena aborsi melebihi semua kecelakaan
Menurut James K. Glassman dari The Washington Post pada tahun 1996, jumlah kematian akibat aborsi 10 kali lebih banyak daripada semua kecelakaan yang masih ditambah kasus bunuh diri maupun pembunuhan.

Data kecelakaan di Amerika (saja) menunjukkan:
1. Kecelakaan karena jatuh – 12.000
2. Kecelakaan karena tenggelam – 4.000
3. Kecelakaan karena keracunan – 6.000
4. Kecelakaan mobil – 40.000
5. Bunuh diri – 30.000
6. Pembunuhan – 25.000

Jumlah kematian karena aborsi selalu melebihi kematian karena kecelakaan, bunuh diri ataupun pembunuhan – di seluruh dunia.

Jumlah kematian karena aborsi melebihi segala penyakit
Daniel S. Green dari Washington Post mengatakan bahwa pada tahun 1996, di Amerika setiap tahun ada 550.000 orang yang meninggal karena kanker dan 700.000 meninggal karena penyakit jantung.
Jumlah ini tidak seberapa dibandingkan jumlah kematian karena aborsi yang mencapai hampir 2 juta jiwa di negara itu (saja!!!).

Secara keseluruhan, di seluruh dunia, aborsi adalah penyebab kematian yang paling utama dibandingkan kanker maupun penyakit jantung.

Apapun alasannya, aborsi sangat tidak manusiawi. Klik di sini untuk melihat foto-fotonya!!!!!

Atau kunjungi www.aborsi.org untuk penjelasan dalam bahasa Indonesia.

“Salah satu pembunuhan terkejam yang pernah ada adalah aborsi”

“Mengapa engkau menyia-nyiakan anakmu? Aborsi bukanlah penyelesaian, hanya akan memendam racun mematikan yang akan berbalik memangsamu, kau hanya menelan sebuah bom waktu. Manusia hanya berhak menjalani kehidupan dan bukan mengakhirinya”

Love your life, love one another.

11 thoughts on “Aborsi: Pembunuh nomor satu!!!!

  1. kgw c netral aja deh, GA MIHAK SANA ATAU MIHAK SINI, secara agama islam,roh kita itu ditiupkan ketika berumur 90 hari dalam rahim,,sebelum itu masih dianggapdarah.

    Gini aja deh, kan banyk tuh kasus bayi baru lahir, masih anget, trus dibuang ke got, ke tong sampah , kekali, ato dikubur idup-idup sm ibunya,,parahan mana sama aborsi,,,
    malah klo anaknya sampe lahir,karena kehamilan tak diinginkan, rata-rata kan blum siap secara finansial,,,mampus deh tu anak sengsara, mau makan apa,idup dimana, status nya apa, malu seumur idup,,yang salah kan orang tua nya, bukan anaknya, tapi masyarakat kt masih menganggap kalo anak hasil KTD tuh anak haram,,kasian kan psikologi anaknya,,itu namanya ngebunuh mental + fisik sekaligus,,kl aborsi kan,,si baby blum ngerasain dunia,,,tapi sekali lagi,,gw ngomong gini,bukan berarti gw pro smaa aborsi,,,

  2. Yah, terserah seh sama pendapat Gladys,
    tapi menurut gue tetap gak bener klo semua kesalahan orangtua (yg udah buat anak) ditimpakan pada anak yg masih kecil, biarpun masih bayi, mereka khan juga punya hak untuk hidup. Tanggung jawab donk , siapa suruh?? (no offense ya).

    Lagian masih banyak orang yang kesulitan dapat anak. Kenapa gak dikasih sama orang laen aja , itu khan lebih baek daripada membunuh???!!!!!

    Hidup tuh patut disyukuri, gue tetap pro-life.🙂

  3. kita nggak kan pernah tau..
    gemana kalo yang kita aborsi tu adalah orang yg nantinya menemukan obat penyakit aids ato jadi presiden amerika wanita pertama..
    nothing impossible, isn’t it?

    lagian, efek negatif buwat cewek yg aborsi tu nggak enak bgt, dr masalah psikologis alias ampir gila sampe pada kematian..

    kalo emang nggak menginginkan baby karna alasan finansial ato blum siap ya NGGAK USAH BIKIN!!
    masa elo yg salah, anak lo yg dibunuh??

  4. @ Sharon:

    setuju sama kamu (^^)b

    kita gak akan pernah tau nasib bayi itu nanti kelak…

    aku kenal banyak teman2ku dan orang2 luar biasa di sekitarku yg tadinya hampir jadi korban aborsi,
    untungnya mereka tetap hidup, dan sekarang kehadiran mereka membawa dampak yg luar biasa bagi lingkungannya. andaikan mereka tidak pernah dilahirkan…

    jumlah kasus aborsi yang meninggi tiap tahunnya (jutaan bayi!!!) mungkin saja telah merenggut nyawa para “Einstein”, “Edison”, atau seorang Inovator abad ini…kita tidak akan pernah tahu itu!

    well, hidup tiap orang sudah ditentukan yang Mahakuasa, kita manusia tidak berhak mengambilnya

  5. Aku setuju sama Sharon

    “kalo emang nggak menginginkan baby karna alasan finansial ato blum siap ya NGGAK USAH BIKIN!!
    masa elo yg salah, anak lo yg dibunuh??”

    Tuh yang jadi orang tua egois banget, mau enaknya sendiri : enjot-2 dirasain sendiri, nikmat dinikmati sendiri, begitu urusan ngrawat hasil enjot-2 eh terus dibuwang. Kemana tuh hati nurani.

    Sejahat-jahatnya hewan, kagak bakalan dia mau matiin anaknya sendiri, walah ternyata ada yang lebih jahat dari hewan yaitu WANITA yang membunuh jabang bayinya.

    Enaknya WANITA kayak gini diapakan ya? …

  6. @ p3rm4dhi

    komentar anda memang agak pedas, namun ada benarnya juga..
    masalahnya bukan ada pada bayi namun pada orangtuanya.
    yang perlu diurusi sebenarnya adalah moral dan hati nurani pelaku aborsi, dalam hal ini ibu dan DOKTER yang membantu

    untuk DOKTER: anda sudah melanggar kode etik anda sebagai DOKTER..entah anda peduli atau tidak, ketahuilah kalau ANDA telah MEMBUNUH. Anda tidak pantas disebut DOKTER!!

    untuk IBU BAYI: aborsi adalah KEPUTUSAN TERBURUK yang pernah Anda lakukan SEUMUR HIDUP.. di manakah hati nuranimu hai ibu??

    Anda mungkin saja tidak terlalu ambil pusing akan hal ini…tapi tanyakanlah kepada mereka yang “gagal diaborsi” dan masih hidup…atau paling gampang, tanyakan kepada anak-anak yang ditolak/tidak diakui oleh orangtuanya.. Itulah PERASAAN bayi yang diaborsi!!

    Please, STOP this cruel

  7. aborsi memang bukan pilihan terbaik… namun tidak menutup kemungkinan aborsi bisa dijinkan dengan alasan khusus..(ex: alasan medis)
    saya sangat anti aborsi, namun saya bisa toleran jika memang ada alasan yang benar benar masuk akal jika ingin melakukan aborsi….

  8. dalam dunia kedokteran yg saya ketahui, aborsi memang dilarang oleh semua agama, kecuali dalam indikasi medis…. dan saya baru tahu ternyata jumlah y d Indonesia sangat Tinggi.. dan saya berharap angka kejadian ini dapat menurun, dan klau mnrut saya ini bukan hanya kerjaan orang tua untuk mendidik anak y, agar tidak salah langkah… tp kita semua untuk slalu memberitahukan teman atau saudara kia agar tidak salah langkah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s